Selasa, 02 April 2013

DAUR ULANG SAMPAH


Alhamdulillah Siswa-siswi Sekolah Dasar yang berada di area sekitar Al Muslim, yaitu SDN Tambun 04, SDN Tambun 06, SDN Tambun 08, SDN Mangun Jaya 07, SDN Setiadarma 02, SDIT Al Amin, SDIT An Nadwah, SDIT Baitul Halim, SDIT Permata Hati, dan SD Al Muslim bersama kakak Hafidz dan Kakak Salina siswa SMK Al Muslim melaksanakan kegiatan pengolahan sampah an organik, berupa hasta karya yang terbuat dari kemasan minyak goreng dan kemasan sabun. Subhanallah siswa/siswi SD sangat antusia dan semangat sekali membuatnya.

Ternyata tidak hanya dari kemasan plastik saja yang dapat dimanfaatkan kembali, tetapi kertas bekas pun dapat diolah kembali agar lebih bermanfaat. Yuk... kita pelajari  cara nya, pasti kalian bisa mempraktikkannya di sekolah kalian masing-masing

Cara Membuat Kertas Daur Ulang

Cara membuat kertas daur ulang sebenarnya sederhana dan tidak sulit. Sudah banyak yang membahas cara ini, tetapi bolehlah tips sederhana membuat kertas dengan cara mendaur ulang ini saya sampaikan kembali. Membuat kertas daur ulang merupakan bentuk Recycle sebagai bagian dari 3 R (Reuse Reduce Recycle).

Dengan membuat kertas daur ulang berarti telah mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat. Sehingga secara tidak langsung cara ini akan mengurangi penggunaan kertas dan sampah kertas.
Sebelum membuat kertas daur ulang. Sobat perlu mempersiapkan beberapa peralatan dan bahan.

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat kertas daur ulang:
1.     Kertas bekas. Karena judulnya saja membuat kertas daur ulang maka sobat harus mempersiapkan kertas-kertas bekas sebagai bahan utama. Bahan ini tentu akan berbeda jika judulnya mendaur ulang duit.
2.     Lem Kayu.
3.     Air.
4.     Zat Pewarna. Akan lebih baik jika menggunakan zat pewarna alami seperti dari kunyit atau serai dari pada zat pewarna buatan.

Peralatan yang dibutuhkan untuk membuat kertas daur ulang:
1.     Screen sablon atau bingkai kayu dengan kain kasa seukuran kertas yang diinginkan.
2.     Ember untuk merendam atau sejenisnya.
3.     Blender.
4.     Papan atau triplek.
5.     Kain.
6.     Gunting. 

Screen sablon
Langkah-langkah membuat kertas daur ulang:
1.     Gunting-gunting kertas kemudian rendam dalam ember selama sehari semalam.
2.     Blender kertas dengan perbandingan air : kertas = 3 : 1 hingga menjadi pulp (bubur kertas).
3.     Masukkan pulp ke dalam bak atau ember yang telah diisi air seperempatnya.
4.     Masukkan zat pewarna secukupnya.
5.     Larutkan sedikit lem kayu (satu atau dua sedok makan) dengan air dan masukkan ke dalam bak berisi  pulp. Aduk hingga rata.
6.     Siapkan papan atau triplek yang sebelumnya telah dilapisi dengan kain. Kemudian basahi papan dengan air.
7.     Masukkan screen ke dalam bak, saring pulp hingga air agak hilang dan ratakan. Saat menyaring jangan terlalu tebal.
8.     Letakkan screen secara terbalik di atas papan, gogok screen atau kain kasanya dengan perlahan sehingga pulp akan terlepas dari screen dan menempel pada papan.
9.     Tutup pulp di atas papan dengan kain yang sebelumnya telah dibasahi air.
10.                        Langkah nomor tujuh hingga sembilan dapat diulang beberapa kali untuk mendapatkan kertas daur ulang beberapa lapis sekaligus. Jika tidak langsung lanjutkan ke langkah kesebelas.
11.                        Tutup dengan papan atau triplek dan berikan pemberat di atasnya untuk mengepres.
12.                        Biarkan selama kurang lebih satu jam hingga kandungan air berkurang. Setelahnya masing-masing pasang dapat dijemur di tempat yang panas. Ingat jemur bersama dengan kainnya.
13.                        Setelah kering kainnya dapat dibuka dengan hati-hati. Atau jika ingin hasilnya lebih rapi, sebelumnya dapat disetrika terlebih dahulu.
14.                        Selesai. Kertas hasil daur ulang telah jadi dan dapat dimanfaatkan untuk membuat aneka kerajinan

Selain ramah lingkungan dan bermanfaat untuk mengurangi sampah kertas, kegiatan daur ulang kertas bekas ternyata mengasikkan. Jika dilakukan bersama dengan anak atau adik tentunya menjadi aktifitas yang menyehatkan sekaligus sebagai pembelajaran yang berharga.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar